NYADRAN REJEBAN PLEBENGAN, LANGKAH PELESTARIAN WARISAN BUDAYA

Keterangan Gambar : Memasuki bulan Rajab/Rejeb di tahun 2024 ini, warga Dusun Cepit, Desa Pagergunung mengadakan tradisi Nyadran Rejeban Plabengan, berpusat di sebuah pemakaman di lereng Gunung Sumbing Kecamatan Bulu, Jumat (26/1/2024) pagi. (Foto : Media Center Temanggung)


Kontributor ; eRTe FM Temanggung
Editor : Edo Santiago


indonesiapersada.id - Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah : Memasuki bulan Rajab atau Rejeb di tahun 2024 ini, warga Dusun Cepit, Desa Pagergunung mengadakan tradisi tahunan, yaitu Nyadran Rejeban Plabengan yang dipusatkan di sebuah pemakaman yang berada di lereng Gunung Sumbing Kecamatan Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (26/1/2024) pagi.

Tradisi ini sudah dilakukan oleh warga Dusun Cepit secara turun temurun dan hampir setiap tahunnya dibarengi dengan prosesi pemotongan rambut gimbal yang dikenal dengan istilah Cukur Gombak.

Selain bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa dan untuk melestarikan budaya Jawa agar tidak terkikis oleh pesatnya perkembangan zaman.

Rejeban Plabengan yang dilaksanakan di hari Jumat pada tanggal antara 10 sampai dengan 15 kalender Jawa tersebut juga untuk menyambut datangnya bulan Ramadan atau puasa untuk umat Muslim.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.