
Keterangan Gambar : Sejumlah petugas PLN sedang mengoptimalkan pemulihan jaringan listrik di daerah Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1/2026) lalu.* (foto: bnpb)
PEMERINTAH PERCEPAT TRANSISI TANGGAP DARURAT MENUJU PEMULIHAN AWAL AKIBAT BANJIR SUMATERA
Jakarta – indonesiapersada.id: Pemerintah terus berupaya mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal akibat bencana banjir longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, untuk menampung 113.903 jiwa pengungsi, pembangunan hunian sementara (huntara) dipacu penyelesaiannya.
Dari total 50.974 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan sebanyak 27.946 unit huntara. Hingga 20 Januari 2026, sebanyak 6.646 unit huntara masih dalam proses pembangunan, sementara 1.286 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni. Selain itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 13.082 unit, dengan 648 unit di antaranya telah memasuki tahap konstruksi.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap, skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) terus dioptimalkan. Hingga 20 Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 18.953 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.585 rekening penerima telah dinyatakan siap, dan bantuan DTH telah disalurkan kepada 2.929 kepala keluarga.
Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan darurat, pemulihan, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan serta mengurangi potensi terjadinya bencana susulan di wilayah rawan.
“BNPB berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat guna memastikan penanganan bencana berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan,” terang Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D dalam release yang diterima https://indonesiapersada.id, Selasa (20/1/2026).
Melalui sinergi yang solid tersebut, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah-langkah mitigasi risiko bencana diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.* (rit’z)
_rev1.jpg)


Facebook Comments