NAIK 1000%, 60.000 GURU DALAMI PEMBATIK
Suasana proses Pembelajaran Berbasis TIK secara daring yang difasilitasi Pusdatin Kemendikbud RI untuk 60.000 guru perwakilan daerah seluruh Indonesia, selama lima hari, Senin (14/09/2020) hingga Jum'at (18/09/2020).* (foto: Humas Kemendikbud)
indonesiapersada.id – Jakarta: Sebanyak 60.000 guru yang tergabung dalam Duta Rumah Belajar dari seluruh strata pendidikan tahun ini mendalami program pelatihan guru PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK). Angka ini melesat naik hingga 1000% jika dibandingkan dengan awal pelaksanaan kegiatan program pada dua tahun lalu.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan apresiasi atas Program PembaTIK ini, karena tidak hanya mensinergikan teknologi informasi dalam pembelajaran. Namun juga semangat mengembangkan metode pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, serta wadah mengembangkan inovasi dalam mengajar. Hal tersebut disampaikan Nadiem saat membuka Kuliah Umum Pembekalan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) Level 4: Berbagi, secara daring di Jakarta, Senin (14/09/2020).
Acara pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung lima hari, bertajuk Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar. Hingga Jum’at (18/09/2020) nanti, peserta akan dibekali wawasan yang berkaitan dengan kemampuan yang mereka miliki melalui tulisan, video, sosial media, dan video konferensi. Serta membentuk guru-guru untuk memiliki kompetensi public speaking.
Lebih lanjut Nadiem Makarim mengatakan, jumlah guru peserta program pelatihan tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa. Sekaligus menunjukkan bahwa banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuan dalam implementasi teknologi ke dalam proses pembelajaran. Apalagi pada masa pandemi Covid 19 saat ini, memaksa semua pihak yang bertanggung jawab dunia pendidikan berupaya keras agar pembelajaran dapat tetap berlangsung.
“Guru adalah bibit penggerak pendidikan. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial untuk menjawab tuntutan zaman yang tidak lebih mudah,” kata Nadiem.
Sementara itu Pelaksana tugas (Plt.) Pusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie dalam kesempatan yang sama mengungkapkan harapannya, agar para peserta akan lebih komunikatif dalam berbagi kemampuan yang dimiliki. Baik dalam bentuk menulis artikel, membuat video-video pembelajaran atau memfasilitasi komunikasi efektif.
“Para guru ini adalah duta yang akan menjadi agen dalam pemanfaatan TIK yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka akan secara kolaboratif dan sinergis berbagi ilmu, pengalaman dan bertukar wawasan dengan semua guru dari seluruh Indonesia,” papar Hasan Chabibie.*(rit’z)
_rev1.jpg)



Facebook Comments