SABTU, MINGGU, LIMA KABUPATEN SATU KOTA DISAPU BANJIR

Keterangan Gambar : Tim BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah melakukan kaji cepat dan evakuasi di lokasi terdampak banjir, yang merendam sejumlah desa pada Sabtu (27/12).* (foto: bpbd hulu sungai tengah)


Jakarta – indonesiapersada.id: Cuaca ekstrem di empat kabupaten, pada Sabtu (27/12) hingga Minggu (28/12), memicu bencana banjir dan angin kencang.

Pada Sabtu (27/12) sekitar pukul 14.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang, menyapu 17 unit rumah warga dua desa di Kecamatan Kedungora Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Yaitu Desa Cikembulan dan Desa Neglasari. Sebanyak 22 KK terdiri dari 73 jiwa terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut bergerak cepat membantu warga, seperti membersihkan material reruntuhan rumah yang rusak.

Di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Busa Tenggara Barat, pada hari yang sama sekitar pukul 12.13 WITA, hujan lebat mengguyur memicu banjir, mengakibatkan 386 KK di Desa Persiapan Awang Kecamatan Pujut terdampak. BPBD setempat berupaya merespon cepat membantu warga yang menjadi korban banjir.

Di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, pada hari yang sama empat kabupaten juga dilanda banjir. Meliputi Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kota Banjarbaru.

Di Kabupaten Balangan, tinggi muka air mencapai satu meter, merendam tiga kecamatan yaitu Tebing Tinggi, Awayan dan Halong. Sebanyak 102 KK sejumlah 264 jiwa terdampak dan dievakuasi oleh BPBD setempat diungsikan ke tempat aman.

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sebanyak 2.946 rumah warga terendam banjir di dua kecamatan, Kandangan dan Loksado. BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga melakukan evakuasi diungsikan ke tempat aman, serta membagi bantuan sembako bagi korban terdampak banjir tersebut.

Sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, hujan lebat membuat air sungai meluap dan merendam pemukiman warga setinggi satu hingga dua meter. Sebanyak 283 KK sejumlah 785 jiwa terdampak, dieavkausi dan diungsikan ke tempat aman.

Begitu juga di Kota Banjarbaru. Luapan air sungai akibat hujan deras membuat 96 KK sejumlah 131 jiwa warga Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka terdampak. Pemerintah Kota Banjarbaru menerjunkan tim gabungan untuk membantu warga terdampak.

Mengutip rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (28/12), masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, menjaga kebersihan lingkungan terutama saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi. Apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, segera tingkatkan kewaspadaaan mulai dari keluarga dan lingkungan rumah. Apabila beraktivitas di luar ruang, saat terjadi hujan deras dan angin kencang, diimbau untuk menjauhi pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang.

Selain itu, untuk pemerintah daerah diharapkan untuk memperkuat sistem peringatan dini, memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dan dengan masyarakat. Edukasi publik, simulasi kesiapsiagaan, dan respons cepat saat kondisi darurat sangat penting untuk melindungi warga dan mengurangi dampak bencana.*(rit’z)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.