BESOK, ACEH PERINGATI 16 TAHUN TSUNAMI

Keterangan Gambar : Lukisan di Museum Tsunami Aceh yang menggambarkan dahsyatnya gelombang yang datang sebelumnya menyapu pantai dan daratan hingga jumlah korban tewas mencpai 167 ribu orang.* (foto: dok. Kemenparekraf)


indonesiapersada.id – Jakarta: Peringatan 16 Tahun Tsunami oleh Pemerintah Provinsi Aceh rencananya akan diisi dengan kegiatan zikir dan doa kepada para syuhada tsunami serta tausiyah yang akan disampaikan oleh Syeikh Ali Jaber. Peringatan dilaksanakan secara sederhana dan terbatas di dua tempat bersamaan dan akan disiarkan secara Live Streaming di Kanal Disbudpar Aceh dan beberapa stasiun TV.

Lokasi yang dipilih yaitu Stadion Harapan Bangsa sebagai lokasi utama peringatan, dan Anjong Mon Mata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara tertulis dalam release Kemenparekraf, Jum’at (25/12) mengatakan, setiap tahun persisnya pada 26 Desember, rakyat Aceh akan selalu mengenang peristiwa tsunami yang pernah melanda Aceh dengan segala dampak serius dan masif yang ditimbulkan.

“Kejadian bencana yang telah mengusik rasa kemanusiaan global tidak akan pernah kita lupakan, sebaliknya akan menjadi penyemangat untuk terus bangkit dan membangun Aceh lebih baik melalui satu visi utama menuju Aceh Hebat, tentu saja melalui semangat kebersamaan kita,” kata Nova.

Momentum peringatan tsunami juga menjadi media bagi masyarakat Aceh untuk siap menghadapi pandemi COVID-19 bersama melalui semangat adaptasi kehidupan baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menunjang kehidupan berkesinambungan dan produktivitas perekonomian. Sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk bangkit kembali membangun aspek sosial dan perekonomian.

"Peringatan 16 Tahun Tsunami adalah untuk merefleksikan kejadian tsunami yang maha dahsyat agar menjadi pelajaran, 'lesson learnt', bagi masyarakat Aceh dan membangun kembali semangat dan kreativitas pelaku ekonomi, khususnya usaha pariwisata dan penguatan kembali budaya Aceh yang selama ini vakum akibat pandemi COVID-19," pungkas Nova.* (rit’z) 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.