
Keterangan Gambar : Ketersediaan tenaga medis RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin mendukung keberadaan layanan OK Cito atau layanan operasi mendesak yang butuh tindakan segera dan cepat.* (foto: media center kalsel)
AKSES MERATA JADI PRIORITAS PELAYANAN KESEHATAN DI KALSEL
Banjarbaru, Kalimantan Selatan – indonesiapersada.id: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mendorong penguatan pelayanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas rumah sakit. Serta peningkatan kompetensi medis, pemanfaatan teknologi dan perluasan akses bagi kelompok rentan. Sejumlah langkah yang sudah ditempuh antara lain pengoperasian layanan Kapar Operasi Cito (OK Cito) di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh dan evaluasi mutu pelayanan di RSUD Ulin yang dua-duanya berlokasi Banjarmasin.
Layanan OK Cito tersebut terintegrasi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mempercepat tindakan operasi bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera. Keberadaannya diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien kritis dan mengurangi resiko keterlambatan akibat antrean operasi terencana. Mengingat berdasarkan data tahun 2025, RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh tercatat menangani 3.869 tindakan operasi, yang 988 diantaranya merupakan tindakan operasi darurat.
Upaya pemerataan pelayanan kesehatan tidak berhenti di rumah sakit besar di Banjarmasin. Masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak, tanpa terhambat jarak, biaya transportasi, maupun keterbatasan tenaga medis.
RSUD Ulin dan RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh berperan menangani kasus yang membutuhkan dokter spesialis dan teknologi medis yang lebih lengkap. Namun efektivitas layanan rujukan harus ditopang Puskesmas, Posyandu, ketersediaan tenaga kesehatan, serta sistem rujukan yang terintegrasi.
Penguatan layanan kesehatan tingkat pertama menjadi penting untuk memperluas pencegahan penyakit, pemeriksaan awal, pelayanan ibu dan anak, serta deteksi dini. Dengan sistem yang terhubung, pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan tanpa menghadapi prosedur rujukan yang berbelit.
Selain memperkuat layanan darurat dan layanan kesehatan tingkat pertama, Pemprov Kalsel juga mendorong pengembangan layanan medis spesialistik agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pengobatan di daerah sendiri. Langkah yang dilakukan adalah dengan merencanakan pembangunan gedung layanan kedokteran nuklir dan pusat layanan jantung terpadu di RSUD Ulin dan RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh yang akan dimulai tahun 2027 dan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2028 mendatang.
“Layanan ini nantinya akan melayani seluruh masyarakat, baik pasien BPJS, pasien umum, maupun pembiayaan lainnya. Kita ingin masyarakat Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus keluar daerah,” tegas Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam rilis yang diterima media, Kamis (29/10/2026) di Banjarmasin.
Lebih lanjut Muhidin mengungkapkan, rencana tersebut mencerminkan arah penguatan layanan rujukan di Kalimantan Selatan. Namun keberhasilan pembangunan tidak cukup ditentukan oleh tersedianya gedung dan peralatan modern. Kesiapan tenaga ahli, standar keselamatan, biaya operasional, serta kepastian prosedur pelayanan harus dipastikan agar fasilitas tersebut nantinya dapat berfungsi optimal.* (media center kalsel)
_rev1.jpg)


Facebook Comments