1.691 PUSKESMAS SIAGA LAYANI WARGA TERDAMPAK KARHUTLA

Keterangan Gambar : Kawasan pemukiman di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dekat dengan lokasi kebakaran hutan dan lahan.*(foto: bpbd kalsel)


Jakarta – indonesiapersada.id: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiagakan 1.691 puskesmas di wilayah terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes  Dr. dr. Then Suyanti di Jakarta, Kamis (22/10) dalam keterangan pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, pihaknya responsif terhadap krisis bencana karhutla melalui intervensi masif di lapangan.

“Selain menyiagakan Puskesmas, kami juga memastikan mobilisasi logistik kesehatan. Serta menyiapkan 360 rumah sakit rujukan dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas). Semuanya khusus untuk korban asap karhutla. Ditambah peran Pemerintah Daerah terdampak juga menyiapkan 491 rumah oksigen yang tersebar di masing-masing wilayah,” terang dr. Suyanti.

Kemenkes juga memantau sumber daya manusia di bidang kesehatan untuk memastikan kesiapan dalam penanganan dampak karhutla. Terdapat 18.547 dokter umum dan sejumlah dokter spesialis, seperti mata, paru, THT dan DVE. Serta mengoptimalkan layanan siaga yang dapat diakses melalui public safety center atau PSC 119.

Masyarakat dihimbau untuk terus memantau kualitas udara melalui ISPUnet yang telah terintegrasi di aplikasi SATUSEHAT. Warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, senantiasa menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, dan segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami sesak napas atau batuk yang kian memburuk.

“Kita harus lindungi kelompok rentan karena lebih gampang menderita penyakit dan kurangi asap yang masuk ke dalam rumah, termasuk kenali gangguan kesehatan,” lanjut dr. Suyanti.

Berdasarkan data Kemenkes selama periode 18 Agustus - 21 Oktober 2026, akumulasi kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla telah menembus angka 333.470 kasus, yang dihitung sejak 18 Agustus 2026. Dari total angka tersebut, 258.298 kasus ISPA menimpa warga dengan usia di atas 5 tahun, sedangkan 75.172 kasus pada usia 0 – 5 tahun. Sebaran kasus ISPA ini tercatat berada pada 68 kabupaten/kota di 7 provvinsi.

Lonjakan drastis penderita ISPA ini sejalan dengan pekatnya kabut asap yang mencemari udara. Pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kemenkes per 22 Oktober 2026 pukul 08.40 WIB menunjukkan beberapa daerah masuk ke dalam kategori hitam atau "Berbahaya" atau nilai PM2.5 di atas 300.

Asap karhutla ini membawa partikel halus (PM2.5), karbon monoksida, serta senyawa organik beracun yang dapat memicu asma, iritasi mata, penyakit paru, hingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada kelompok rentan seperti lansia.*(rit’z)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.