
Keterangan Gambar : Program Kesenian Madihin dari LPPL Radio Tuntung Pandang FM Kabupaten Tanah Laut, salah satu peserta INDONESIAPERSADA.ID AWARD 2026 yang berani bersaing berkompetisi untuk Kategori Program Kearifan Lokal Terbaik.*(foto: dok)
16 LPPL RADIO BERANI BERSAING MASUK 5 BESAR PROGRAM KEARIFAN LOKAL TERBAIK
Jakarta – indonesiapersada.id: Dari 200 lebih Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio di seluruh Indonesia, 16 LPPL Radio berani masuk bursa persaingan berebut masuk ke 5 Besar INDONESIAPERSADA.ID AWARD 2026 Kategori Program Kearifan Lokal Terbaik. Ke-16 LPPL Radio tersebut, Sabtu (7/11/2026) melakukan presentasi memaparkan program masing-masing secara online dihadapan Dewan Juri yang diketuai praktisi penyiaran radio senior, Dra. Dwi Hernuningsih, M.Si dari Jogjakarta.
Secara teknis, pendalaman materi yang dipaparkan setiap peserta, pertanyaan-pertanyaan dan penilaian dilakukan oleh mantan penyiar senior Anggota Dewan Juri, A.A.I. Prihandari Satvikadewi, S.Sos, M.Med.Kom dari Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya. Jalannya proses penjurian dipandu dan difasilitasi oleh personel Badan Pekerja, Risma Erina Aini dari Kota Blitar dan Aan Budi dari Kota Magelang, serta dikoordinir oleh Wakil Sekjen INDONESIAPERSADA.ID, Rita Triana, S.Sos, MM.
Indikator dan bobot penilaian terbagi dalam 5 poin, meliputi kontinuitas program (30%), kedalaman dan keaslian konten (25%), kreatifitas penyajian (20%), kualitas audio dan produksi (15%), dan dampak, edukasi dan partisipasi masyarakat (10%).
Kontinuitas program meliputi Keberlangsungan program secara konsisten pada hari dan waktu tertentu, kesinambungan tema, serta konsistensi dalam mengangkat dan memperkenalkan kearifan lokal. Kedalaman dan keaslian konten meliputi kekayaan informasi tentang tradisi, budaya, sejarah, bahasa, seni, kuliner, tokoh, maupun potensi lokal. Relevansi dengan kehidupan masyarakat. Serta kemampuan menggali nilai dan makna di balik kearifan lokal. Kreatifitas penyajian meliputi gaya bercerita, narasi, pemilihan format dan rubrik, penggunaan bahasa atau ungkapan lokal, kreatifitas menghadirkan narasumber, serta kemampuan menghidupkan suasana dan karakter daerah dalam siaran.
Kualitas audio dan produksi meliputi kejernihan suara, kualitas rekaman narasumber, pemilihan musik tradisional atau background yang sesuai, tata suara, serta teknik editing yang mendukung kekuatan cerita dan suasana lokal. Dan indikator terakhir adalah dampak, edukasi dan partisipasi masyarakat meliputi manfaat program bagi pendengar, peningkatan pengetahuan dan apresiasi terhadap kearifan lokal, upaya pelestarian budaya, keterlibatan masyarakat atau komunitas, serta kemampuan program mendorong pendengar untuk mengenal dan menjaga budaya daerah.
Sedangkan 16 LPPL Radio yang berani berkompetisi bersaing memperebutkan posisi 5 Besar Anugerah INDONESIAPERSADA.ID AWARD 2026 untuk Kategori Program Kearifan Lokal Terbaik yaitu Radio Publik Kota Denpasar, Abdi Persada FM Provinsi Kalimantan Selatan, Langkisau FM Pesisir Selatan, Suara Tabalong FM Kalimantan Selatan, dan Sebayu FM Kota Tegal.
Kemudian Radio Publik Kabupaten Bangli, Tuntung Pandang FM Tanah Laut, Swara Dhaksinarga FM Gunungkidul, Swara Bersujud FM Tanah Bumbu, Suara Pasuruan FM Jawa Timur, e-Radio Suara Gresik Jawa Timur, Pesona FM Wonosobo, Magelang FM Kota Magelang, Radio IN FM Kebumen, Bintan FM Kepulauan Riau, dan Irama FM Purworejo.*(rit’z)
_rev1.jpg)


Facebook Comments