Tidak Ada Korban Jiwa saat Gerakan Tanah Akibatkan Tujuh Rumah Warga Pandeglang Rusak Berat

editor : rahadio

indonesiapersada.id I JAKARTA – Tujuh rumah warga Pandeglan mengalami rusak berat akibat pergerakan tanah. Peristiwa ini terjadi pada Jumat pagi (3/12), pukul 07.00 WIB. Fenomena gerakan tanah ini teridentifikasi di dua kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menginformasikan kejadian pergerakan tanah di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung dan Desa Parigi, Kecamatan Saketi. Selain rumah rusak berat, sebanyak 11 rumah warga mengalami rusak ringan akibat peristiwa tersebut. 

Sebanyak 14 KK atau 45 jiwa terdampak peristiwa ini dan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini. BPBD setempat menginformasikan estimasi luas retakan tanah mencapai 500 meter persegi. 

Insiden ini terjadi setelah hujan lebat menguyur kawasan tersebut sejak Senin, 22 November 2021. Selain itu, pantauan BPBD mencatat kondisi tanah yang labil sehingga pergerakan tanah terjadi. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Pandeglang telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan kaji cepat untuk melihat kebutuhan penanganan paska kejadian. Di samping itu, pihak BPBD juga telah mengimbau warga untuk selalu waspada selama musim hujan ini terhadap bahaya hidrometeorologi basah. 

Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, wilayah dua kecamatan terdampak berada pada potensi bahaya menengah hingga tinggi pada bulan Desember 2021. Wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang memiliki potensi menengah hingga tinggi untuk potensi gerakan tanah. 

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga meminta kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem hingga 9 Desember 2021. Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi dinamika atmosfer sehingga berpotensi adanya pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Banten. (de)
 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.