Terima Kasih, Pak Gubernur Ganjar

Keterangan Gambar : Ganjar mengunjungi Desa Wadas, Purworejo, terkait peristiwa penangkapan warga. Minggu (13/2/2022).(Dok. Pemprov Jateng)


indonesiapersada.id I semarang - KANTOR Berita Antara memberitakan bahwa pada hari Minggu 13 Februari 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui kelompok warga yang kontra penambangan kuari terkait rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Ganjar Pranowo Ganjar yang datang sendirian tanpa pengawalan aparat kepolisian, disambut dengan hangat oleh masyarakat yang sudah menunggu di Masjid Nurul Huda. Tidak nampak ketegangan dalam pertemuan itu. Usai melaksanakan shalat dzuhur, Ganjar yang duduk lesehan di teras masjid mengawali sambutannya dengan meminta maaf kepada warga Wadas atas kejadian yang kurang menyenangkan pada Selasa (8/2).
 

Orang nomor satu di Jateng itu kemudian mendengarkan unek-unek dan peristiwa penangkapan yang dialami beberapa warga. Usai mendengarkan keluhan warga, Ganjar mengaku akan menindaklanjutinya dan sejumlah pihak yang berkepentingan akan diajak berdialog mengenai hal ini. Terkait dengan tuntutan warga untuk mencabut izin lokasi penambangan kuari di Desa Wadas, Ganjar menyatakan hal tersebut akan dibicarakan secara teknis.

Proyek strategis nasional Saya sangat menghargai perkenan Gubernur Jawa Tengah secara langsung dari rakyat mendengarkan amanat penderitaan rakyat yang merasa terancam oleh pembangunan bendungan. Pak Gub Ganjar berada di posisi dilematis bak buah simalakama akibat pembangunan bendungan Bener sudah terlanjur dimaklumatkan oleh Pemerintah Pusat sebagai Proyek Strategis Nasional, maka hukumnya wajib diwujudkan. Pembatalan ijin lokasi penambangan kuari di Desa Wadas tidak bisa dilaksanakan semudah membalik telapak tangan. Apalagi kekhawatiran merusak lingkungan sudah ditepis oleh data yang dibuat oleh Pemerintah Pusat.

Namun kebetulan saya memiliki data tentang beberapa bendungan di Amerika Serikat yang sudah terlanjur didirikan, namun dengan alasan merusak lingkungan terbukti malah dibongkar demi menyejahterakan rakyat. Data saya himpun secara amatiran melalui Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan, maka silakan dicek benar-tidaknya oleh oleh para akademisi ekolog profesional yang tentu jauh lebih kompeten-kredibel ketimbang saya yang cuma seorang rakyat jelata merasa prihatin atas amanat penderitaan rakyat yang menggaung di desa Wadas

Data 1973 Bendungan Lewiston di Idaho sebagai pusat pembangkit listrik tenaga air dibongkar demi kelestarian kehidupan ikan Salmon. 1997 pembongkaran dilakukan terhadap Bendungan Dorian di sungai Wala Wala, Oregon yang menghambat para ikan steelhead masuk dari basin Columbia ke Blue Mountains. 1998 sampai dengan 2001 Bendungan Waterworks dan Linen Mill Dams di Wisconsin dibongkar demi memulihkan ruang hidup bagi para ikan dan satwa liar.

1998 Bendungan Edwards di Maine dibongkar agar para ikan salom bisa hilir-mudik bebas berenang ke dan dari samudra Atlantik. 2004 Senator John Warner mati-matian berjuang secara legislatif untuk akhirnya berhasil membongkar bendungan Embrey yang membendung sungai Embrey di negara bagian Virginia demi kelestarian kehidupan ikan herring, belut catradeomous dan lain-lain, satwa air langka mau pun tidak langka. Daftar bendungan yang dibongkar atas bama pelestarian alam sebagai upaya ekologis bukan menyengsarakan, namun manusia terus berlanjut pada pembongkaran bendungan Cuddebackville, New York (2004), Marmot, Oregon (2007) Fossil Creek, Arizona (2008), Milltown, Montana (2007), Condit, Wahington (2011), Elwhan & Glines Canyon, Washington 2012), San Clemente (2017), Sabin, Michigan (2018).

Pancasila Fakta membuktikan bendungan yang sudah berfungsi dibongkar demi kelestarian lingkungan hidup serta kesejahteraan manusia di Amerika Serikat ternyata bukan cuma satu, namun belasan merupakan bukti bahwa pembatalan pembangunan bendungan bukan mustahil. Jika mau, pasti mampu. Jika tidak mampu berarti tidak mau.

Saya tidak memiliki data pembongkaran bendungan di negara yang mengutamakan pembangunan infrastruktur di atas segala-galanya, maka tanpa berkedip tega mengorbankan lingkungan hidup maupun menggusur rakyat seperti misalnya Republik Rakyat China. Namun saya sudah terbiasa berperan sebagai anjing menggonggong khalifah berlalu. Maka saya ikhlas data pembongkaran bendungan demi menyejahterakan rakyat yang terjadi Amerika Serikat dianggap tidak relevan, maka tidak perlu dipedulikan oleh para penguasa yang kebetulan sedang berkuasa berkat dipilih oleh rakyat untuk berkuasa di Indonesia masa kini.

Apalagi selaras peribahasa lain padang lain belalang maka dalam hal bendungan berlaku pula kenyataan bahwa lain Indonesia yang berfalsafah Pancasila, lain Amerika Serikat yang tidak berfalsafah Pancasila.

Maka selanjutnya nasib warga Cadas sepenuhnya layak dipercayakan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang saya kenal sebagai seorang pemimpin yang senantiasa peka terhadap Amanat Penderitaan Rakyat terutama rakyat Jawa Tengah yang telah memilih Ganjar Pranowo menjadi gubernur. Terima Kasih, pak Gub Ganjar !


 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.