PENUMPANG KERETA API MAROS-BARRU MELONJAK DI MOMEN NATARU

Keterangan Gambar : Kereta biru dan kereta merah milik KAI di Stasiun Maros, Sulsel. (Foto : Maros FM)


Kontributor : Maros FM
Editor : Edo Santiago

indonesiapersada.id - Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan : Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan terjadi peningkatan penumpang di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024 dari hari-hari biasanya.

Kepala BPKA Sulsel, Fathir P. Siregar menyampaikan terjadi peningkatan penumpang mulai dari tanggal 19 Desember 2023 atau H-5 Natal. Puncaknya terjadi di hari Senin 25 Desember 2023, dengan jumlah penumpang seribu lebih.

"Tren kenaikan meningkat dari rata-rata di hari biasa sekitar 78%,” ujar Fathir, Kamis (28/12/2023) lalu.

Akumulasi penumpang perjalanan kereta api dari tanggal 18-27 Desember 2023 yaitu 9.193 penumpang dengan 4 kali perjalanan tiap harinya dengan rute Maros – Garongkong (Barru).

Peningkatan ini. kata Fathir, meski terjadi di momen Nataru, tetapi alasan penumpang justru lebih ke wisata daripada menjadikan Kereta Api (KA) sebagai transportasi untuk mudik.

“Peningkatan ini juga dipengaruhi libur sekolah yang menjadikan naik KA sebagai salah satu sarana berwisata,” tuturnya.

Lebih lanjut, terjadi antrian penumpang di beberapa stasiun terutama Stasiun Maros dan Garongkong sebagai stasiun asal tujuan.

“Keterbatasan jumlah kereta dan untuk tetap menjamin pelayanan yang berkesinambungan sehingga untuk sementara kita hanya bisa melayani dengan 4 perjalanan kereta dengan kereta biru sambil menunggu optimalisasi kereta merah,” terangnya.

Senada, Ekonom dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Abdul Hamid Paddu, menyampaikan bahwa peningkatan penumpang KA diprediksi karena alasan wisata ketimbang mudik.

“Lonjakan sekarang ini 'kan karena Natal rekreasi aja naik kereta api. Tidak seperti di Jawa, orang naik karena tujuannya ke luar kota antar barang dll. tetapi lonjakan ini hanya rekreasi,” imbuhnya.

Lanjutnya, kendati terjadi peningkatan penumpang di KA, tetapi kata Guru Besar Ilmu Keuangan Negara itu, jumlah ini sebenarnya masih bisa lebih tinggi lagi jika jalur Makassar – Pare–Pare dan Makassar – Maros rampung.

Menurutnya, “Pasti lebih tinggi akselerasinya, karena aksesibilitas orang yang tujuannya sentra pembangunan di Makassar, orang-orang di sekitar Pangkep, Barru, Pare-Pare tujuannya ke Makassar dan sebaliknya.” *Maros FM

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

Slot Gacor