
Keterangan Gambar : Di Pasar Jaranan Fest, penonton juga disuguhi tontonan atraksi pecut api. Pengembangan dari atraksi Pecut Samandiman yang terkenal dari Blitar.* (foto: istimewa)
PASAR JARANAN FEST, IKON BARU TUJUAN WISATA BLITAR
Editor: Rita Zoelkarnaen
indonesiapersada.id – Blitar: Pasar Jaranan Fest menjadi ikon baru destinasi event pariwisata Kota Blitar. Sesuai namanya, sajian utamanya adalah atraksi kesenian jaranan. Pada pelaksanaan 14 – 19 Agustus 2023 ini merupakan yang keempat kalinya di Lapangan Kelurahan Blitar, sekaligus untuk merayakan HUT ke-78 RI.
Pasar Jaranan Fest memiliki keistimewaan yang tidak bisa ditemukan di daerah lain, karena event ini didasari atas fakta bahwa hampir seluruh warga kampung di Kelurahan Blitar bisa memainkan seni jaranan. Bahkan bisa dikatakan bahwa 100% warga Kelurahan Blitar menyukai kesenian tradisional jaranan. Istimewa karena posisinya di tengah kota, tapi kental dengan nuansa budaya.
Lebih istimewa lagi karena Kelurahan Blitar adalah cikal bakal lahirnya wilayah Blitar Raya, Kota dan Kabupaten Blitar. Tidak mengherankan jika Pasar Jaranan Fest yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali semakin lama semakin besar dan menarik perhatian pengunjung. Inisiasi munculnya kegiatan murni dari keinginan dan swadaya masyarakat komunitas jaranan di Kelurahan Blitar.
Dari delapan group yang ada se-kelurahan, enam group bergabung dalam wadah paguyupan bernama Pasar Jaranan yang dikembangkan menjadi Kampung Wisata Budaya Pasar Jaranan. Atas eksistensinya, Kampung Wisata Budaya Pasar Jaranan bahkan sudah masuk 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Kami akan terus merawat seni tradisi jaranan di Kelurahan Blitar, agar menjadi destinasi event, menjadi tujuan kunjungan wisata sehingga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan ekonomi warga masyarakat,” terang Rudy Hartono Ketua Kampung Wisata Budaya Pasar Jaranan di lokasi Pasar Jaranan Fest IV saat ditemui usai penutupan acara.
Pasar Jaranan Fest, selalu menampilkan atraksi menarik jaranan dari berbagai genre. Antara lain jaranan jur, pegon, dan masih banyak genre yang lain. Dalam perkembangannya, atraksi yang ditampilkan juga tidak hanya group – group jaranan dari Kelurahan Blitar saja, tapi juga dari luar daerah. Seperti dalam Pasar Jaranan Fest IV kali ini, antara lain menghadirkan Group Jaranan Mayangkoro Kediri.
Pasar Jaranan Fest juga memberikan dampak bergeraknya sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, kriya, dan lain – lain. Wahana tradisional Taman Hiburan Rakyat (THR) keliling juga ikut menggeliat karena bisa bersimbiosis di sekitar area festival, menambah kemeriahan Pasar Jaranan Fest IV. Dan selanjutnya untuk kali kelima nanti, Pasar Jaranan Fest akan kembali digelar Desember mendatang tetap di Lapangan Kelurahan Blitar.
“Pasar Jaranan Fest memang kita gelar setiap tiga bulan sekali. Tapi, setiap hari masyarakat bisa berkunjung ke Kelurahan Blitar menyaksikan anak – anak dan para orang tua gladi berlatih menari jaranan. Biasanya dengan mudah bisa disaksikan di kawasan heritage Aryo Blitar,” pungkas Rudi.* (rit’z)
Facebook Comments