PAKET CITY TOUR JAS MERAH BLITAR BUMI BUNG KARNO

Keterangan Gambar : Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Andi Yuwono Katib menginisiasi City Tour JAS MERAH Blitar Bumi Bung Karno.* (foto: disparbudkotablitar)


Reporter: Rita Zoelkarnaen

persadaindonesia.id – Blitar Kota: Para pelaku usaha pariwisata Kota Blitar Jawa Timur berupaya bangkit pasca dua tahun dihantam pandemi Covid-19. Berbekal land mark Makam Bung Karno, digagas dan dipraktekkan Paket City Tour JAS MERAH Blitar Bumi Bung Karno. Ikon JAS MERAH dipilih sebagai strategi branding karena dua kata tersebut sangat terkenal disampaikan oleh Presiden RI 1, Ir. Soekarno. JAS MERAH adalah akronim terkenal dari “Jangan Sekali – Sekali Melupakan Sejarah”.

Paket City Tour JAS MERAH Blitar Bumi Bung Karno, Selasa (18/01/2022) malam dikupas bersama para pelaku usaha pariwisata Kota Blitar di Museum Omah Boeboet (MOB) Jl. Ciliwung 184 Kota Blitar. Menghadirkan pembicara Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Andi Yuwono Katib dan Sekretaris Daerah Kota Blitar Priyo Suhartono.

“Pariwisata itu ending – nya adalah mendatangkan tamu, bagaimana tamu datang dan bisa tinggal lebih lama sehingga tamu lebih banyak membelanjakan uangnya di Kota Blitar,” terang Andi Yuwono Katib.

Kota Blitar sudah punya magnet Makam Bung Karno (MBK). Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana agar para pengunjung MBK bisa tertarik melakukan paket – paket wisata ke kampoeng – kampoeng kreatif di Kota Blitar. Paket City Tour JAS MERAH Blitar Bumi Bung Karno telah dipraktekkan, bisa durasidua atau tiga hari. Seperti saat dua pekan lalu Homestay Rumah Badoet Kreatif Kelurahan Tanggung Kota Blitar melayani rombongan asesor sertifikasi profesi dari LSP Parnas BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang berkunjung ke Blitar dari Jakarta menumpang kereta api.

Trip hari pertama, rombongan dijemput di Stasiun Kota Blitar dan diarahkan ke homestay untuk mandi dan makan siang. Selanjutnya dipandu ke kawasan wisata edukasi bubut kayu di Kelurahan Tanggung dan makan malam menu tradisional di Museum Omah Boboet. Seperti nasi jagung urap – urap ikan asin sayur lodeh pepaya nangka muda dilengkapi aneka menu minuman panas dan hangat seperti kopi tubruk susu. Sambil menikmati makan malam, disuguhi hiburan sederhana tapi menyegarkan seperti cokekan atau keroncongan.

Trip hari kedua tamu bisa diajak sarapan dengan menu khas Blitar yang mengesankan, bisa soto ayam rong ewunan (soto ayam harga Rp 2.000 – red) atau khas nasi pecel. Rute selanjutnya tentu wisatawan berkunjung ke destinasi wajib yaitu Makam Bung Karno dan Istana Gebang tempat tinggal Bung Karno remaja. Dan untuk memberikan nilai tambah, wisatawan juga diajak napak tilas perjuangan PETA yang terpusat di Museum PETA Jl. Sodanco Soeprijadi.

Menanggapi semangat kebangkitan para pelaku usaha pariwisata tersebut, Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono sudah pasti menyambut baik. Bahkan mendorong agar mereka tergerak membuat event minimal skala regional sebanyak mungkin.

“Saya sepakat kita bisa bersama – sama memberikan service yang memuaskan kepada wisatawan sehingga paket wisata yang ada bisa semakin dikembangkan,” pungkas Priyo.*(rit'z)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

Slot Gacor