DESTINASI SUPER PRIORITAS TARIK INVESTOR PARIWISATA CHINA

Keterangan Gambar : Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar, Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo, dan Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian bercengkerama di The Caldera Danau Toba Sumtera Utara, Jum'at (18/12)


indonesiapersada.id – Toba: Pemerintah membuka peluang bagi investor China mengembangkan usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP). Hal tersebut ditandai dengan acara Indonesia – China Tourism & Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations di The Caldera Danau Toba Sumatera Utara, Jum’at (18/12), sekaligus menandai 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia – China.

Acara ini diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. Dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian. Juga hadir secara daring dari Beijing, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China Zhang Xu.

“Melalui acara itu kita kenalkan kepada investor keistimewaan dan keunikan kawasan pariwisata Indonesia, terutama 5 DSP yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang,” kata Angela secara tertulis dalam release Kemenparekraf, Sabtu (10/12).

Pariwisata bisa menjadi sektor pendorong pemulihan ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang luas seperti transportasi dan industri pemasok bahan baku hotel. Serta akan menghidupkan kembali sektor ekonomi kreatif seperti UMKM, kuliner, seni kriya, seni pertunjukan dan masih banyak sektor lain.

Angela mengatakan, Indonesia dianugerahi kekayaan alam dan budaya yang luar biasa yang bisa menjadi modal besar dalam pembangunan pariwisata berkelas dunia. Karenanya pengembangan destinasi wisata melalui investasi dinilai akan berdampak besar sekaligus dapat membantu pemerataan ekonomi dan pembangunan di daerah-daerah. 

Dalam pengembangan pariwisata, Kemenparekraf/Baparekraf tengah fokus untuk shifting dari quantity tourism ke quality tourism. Yakni bagaimana meningkatkan kualitas dari destinasi pariwisata dan produk ekonomi kreatif Indonesia, sehingga memberi dampak sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia, dan membuat kehidupan masyarakat jauh lebih baik.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan, hingga saat ini pemerintah sangat fokus dalam pemulihan ekonomi nasional terutama dalam bidang pariwisata. Pembangunan infrastruktur akan dikerjakan terutama yang menyambungkan area distribusi, hingga ada juga untuk akses pariwisata.

"Selain itu, bila memang perekonomian sudah membaik khususnya di bidang pariwisata maka akan ada lapangan pekerjaan baru yang bisa bermanfaat bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Dan dalam dua tahun kita targetkan investasi pariwisata dari China ini bisa terealisasi," pungkas Luhut.* (rit’z)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.