BOLEH JUALAN DI PASAR TAKJIL KOTA BLITAR, TAPI WAJIB BERIZIN

Keterangan Gambar : Pasar Takjil Kota Blitar di Jl. Ahmad Yani dibuka sejak H + 2 Ramadhan dengan protokol kesehatan ketat dan menghindari kerumunan.* (foto: mahardhika for IP)


Kontributor: LPPL Radio Mahardhika FM Kota Blitar Jawa Timur

indonesiapersada.id – Blitar Kota : Menggerakkan roda ekonomi rakyat, tapi tetap menomorsatukan protokol kesehatan Covid-19. Hal itulah yang konsisten diterapkan oleh Pemerintah Kota Blitar bagi para pedagang di Pasar Takjil Jl. Ahmad Yani. Jika pada sebelum masa pandemic tidak ada pembatasan jumlah, pada Ramadhan kali ini hanya dibatasi 60 pedagang saja dengan jam operasi pada 15.00 – 19.00 WIB. Itupun wajib terdaftar dan berijin di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dinas Perdagin) Kota Blitar.

“Izin kita utamakan untuk penjual warga Kota Blitar, berupa stiker yang ditempelkan di lapak atau rombong penjual.,” terang Kadisperdagin Kota Blitar Arianto, dikutip dari Lintasan Informasi LPPL Radio Mahardhika FM Kota Blitar, Kamis (22/04/2021).

Jaraknya juga ditata dua hingga tiga meter antar pedagang agar penjual dan pembeli tidak berkerumun. Penataan juga tidak terlalu mengganggu pengguna jalan, dengan cara hanya memakan separuh badan jalan yang dibatasi dengan tali raffia membujur lurus ke arah barat dari depan Kantor PT. Telkom hingga depan Kantor BRI.

“Jika ada yang nekat berjualan tanpa izin, terpaksa ditertibkan oleh petugas gabungan Satpol PP Kota Blitar bersama TNI – Polri,” tukas Arianto lagi.

Setiap hari selama Pasar Takjil berlangsung terlihat lima hingga tujuh personil Satpol PP Kota Blitar siaga di lokasi melakukan pengamanan dan menjaga disiplin penjual dan pembeli. Jika terpantau terjadi kerumunan di lapak tertentu, personil Satpol PP langsung turun mengingatkan agar pembeli antre bergeser bergantian tidak berkerumun.

Anggota yang kita terjunkan juga bertugas mengingatkan pembeli agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Memakai masker dan mencuci tangan. Di lokasi Pasar Takjil sudah disiapkan sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Atau, mereka bisa memakai hand sanitizer sendiri.

“Jika ada yang berkerumun langsung kita bubarkan,” tegas Kepala Satpol PP dan PMK Kota Blitar M. Hadi Maskun dikutip dari media yang sama, LPPL Radio Mahardhika FM Kota Blitar.

Sejak awal dibuka pada H + 2 Ramadhan 1442 H lalu, Pasar Takjil Kota Blitar di Jl. Ahmad Yani, ramai dengan antusias pengunjung. Kondisi tersebut memang menjadi pekerjaan rumah bagi aparat agar kegiatan ekonomi rakyat kembali berangsur pulih kala pandemi Covid-19 belum juga usai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.* (mahardhika for IP)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.