BNPB SERAHKAN RP 464 M DANA STIMULAN RUMAH RUSAK KORBAN BENCANA

Editor: Rita Zoelkarnaen

indonesiapersada.id I Jakarta,  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) ke Pemerintah Daerah di Ruang Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Senin (24/5/2021). Dana tersebut digunakan untuk stimulan rumah rusak dalam rangka tahapan rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana yang terjadi di daerah masing-masing dengan total Bantuan mencapai Rp 464 M.

Adapun bantuan DSP tersebut diberikan untuk lima kabupaten yang terdampak tanah longsor di Kalimantan, meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan. 

Selain itu, bantuan DSP ini juga diberikan untuk bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Luwu Utara, serta pasca gempa bumi Sulawesi Barat yaitu di Kabupaten Mamuju, Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa. 

Pemberian bantuan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah saat terdampak bencana. Untuk rumah dengan kategori Rusak Berat (RB) Rp 50 juta, Rusak Sedang (RS) Rp 25 juta, Rusak Ringan (RR) Rp 10 juta.

Berikut rincian bantuan DSP yang diserahkan : Kabupaten Banjar sebesar Rp 20.955.000.000,- (RB 131, RS 345, RR 578). Kabupaten Tanah Laut sebesar Rp 11.730.000.000 (RB 62, RS 272, RR 183). Kabupaten Barito Kuala sebesar Rp 16.490.000.000,- (RB 1, RS 26, RR 1579). Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar Rp 12.350.000.000 (RB 247). Kabupaten Balangan sebesar Rp 5.170.000.000 (RR 517). Kabupaten Lebak sebesar Rp 10.895.000.000 (RB 66, RS 139, RR 412). Kabupaten Luwu Utara sebesar Rp 44.850.000.000,- (RB 897). Kabupaten Mamuju sebesar Rp 209.535.000.000 (RB 1.501, RS 3.487, RR 4.731). Kabupaten Majene sebesar Rp 123.220.000.000 (RB 1.713, RS 1.060, RR 1.107). Kabupaten Mamasa sebesar Rp 9.420.000.000 (RB 56, RS 96, RR 422).

Dalam sambutannya, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. (H.C) Doni Monardo mengucapkan terima kasih kepada TNI POLRI, pemerintah daerah, BPBD, serta relawan yang telah bekerja keras dalam upaya penanganan bencana terutama saat kondisi tanggap darurat.

"Terima kasih kepada TNI POLRI, Pemerintah Daerah, BPBD, serta relawan yang telah bekerja keras dalam upaya penanganan bencana, rasanya akan sulit tanpa bantuan segenap pihak," kata Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Doni juga mengingatkan perkuat literasi tentang kebencanaan. Hal ini dianggap perlu untuk menjadi modal utama, agar menjadi pengetahuan untuk seluruh masyarakat.

"Perkuat literasi kebencanaan, kurangi resikonya melalui mitigasi, kesiapsiagaan dan pencegahan terutama bencana hidrometeologi," tambah Doni.
 
Sebagai penutup, Doni berpesan untuk penggunaan bantuan DSP ini harus tepat sasaran dan transparan. Pembangunan rumah juga jangan terlalu lama, agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu. Lebih lanjut dihimbau untuk penggunaan DSP ini jangan dipotong untuk keperluan lain, terutama kualitas bangunan diharapkan tahan gempa serta merelokasi hunian yang dianggap risiko untuk dijadikan tempat tinggal.

"Untuk betul - betul memastikan anggaran ini betul - betul tepat sasaran, jangan sampai pekerjaan pembangunan terlalu lama, sehingga membuat masyarakat menunggu," jelas Doni.

"Jadi dana ini jangan dipotong untuk keperluan lain, upayakan 100% untuk material sehingga kualitas bangunan bisa tahan gempa dan tidak lagi berada ditempat yang berisiko seperti longsor dan banjir," tutup Doni.* (de)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.