BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi Hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan Wilayah Indonesia
editor : Rahadio
indonesiapersada.id I JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18 - 20 Juli 2021.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Selatan - Barat Daya dengan kecepatan berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 5 - 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, Laut Maluku, perairan barat Kep. Halmahera dan Laut Arafuru.
Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan timur P. Simeulue - Kep. Mentawai, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, Samudra Hindia selatan P. Sawu - P. Rotte, perairan Sermata - Leti - Babar, perairan selatan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru bagian timur, Laut Natuna utara, perairan selatan Kalimantan Tengah, Laut Jawa tengah dan timur, perairan utara Jawa Tengah - Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan dan utara, perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi bagian barat dan timur, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua barat, perairan utara dan selatan Biak, Teluk Cendrawasih, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua barat, perairan Rajaampat - P. Misool, Laut Seram, perairan Manui -Kendari, perairan Wakatobi, perairan Baubau bagian selatan, perairan Banggai bagian selatan, perairan selatan P. Seram, Laut Banda.
Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya diantaranya adalah Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Jawa - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten - Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Bali - P. Sumba, Laut Maluku, perairan Kep. Sitaro, perairan selatan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah dan barat.
Lalu gelombang yang sangat tinggi kisaran 4,0 - 6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah - Jawa Timur.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). Untuk itu dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.(de)
_rev1.jpg)



Facebook Comments