BERSAMA PELAKU BISNIS, BAPPENAS PETAKAN POTENSI KOLABORASI INDONESIA-SWEDIA

Keterangan Gambar : Kunjungan MPPN ke Svenska Aeroplan AB (SAAB), Stockholm, Senin (25/10)


editor : rahadio

indonesiapersada.id I STOCKHOLM – Dalam kunjungan ke Svenska Aeroplan Aktiebolaget (SAAB) dan Ericsson di Stockholm, Swedia, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membahas masa depan kerja sama Indonesia-Swedia  yang melibatkan para pelaku bisnis. SAAB merupakan perusahaan yang memproduksi alat-alat pertahanan untuk Swedia dan melayani pasar global melalui produk, layanan, dan solusi terkait kebutuhan pertahanan dan militer, termasuk untuk keamanan sipil. Sementara Ericsson adalah perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi.

 

“Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Jerman, perdagangan Swedia dengan Indonesia masih jauh lebih rendah. Ada potensi besar untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Swedia,” tutur Menteri Suharso, Selasa (26/10). Total perdagangan Indonesia dengan Swedia didominasi sektor nonmigas. Ekspor Indonesia ke Swedia masih didominasi oleh produk berbasis komoditas, seperti lemak dan minyak hewani dan nabati. Indonesia juga mengekspor pakaian jadi dan pakaian rajutan, alas kaki, serta furnitur. Sementara itu, lima produk yang paling banyak diimpor Indonesia dari Swedia adalah peralatan mekanik, kendaraan selain kereta api, kertas dan kertas karton, pulp kayu, dan mesin. Kondisi ini ke depan perlu diubah dengan mendorong lebih banyak kerja sama perdagangan dan investasi terkait produk-produk bernilai tambah tinggi, termasuk produk dengan kandungan teknologi tinggi.

 

Kerja sama perdagangan dan investasi ini dapat dikembangkan melalui penguatan investasi Swedia yang sudah ada di Indonesia. Foreign Direct Investment (FDI) dari Swedia terletak di Jawa Tengah, Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat mencapai nilai tertinggi pada 2019, yang terdistribusi di Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Perluasan investasi juga dapat dilakukan sejalan dengan kebutuhan bersama untuk mendorong industrialisasi berbasis teknologi maju termasuk melalui penerapan industri 4.0 dan digitalisasi. Selain mengunjungi Ericsson dan SAAB, Menteri Suharso juga berdialog dengan pelaku bisnis berbagai sektor pembangunan, meliputi Scania, Volvo, ASEA Brown Boveri (ABB), Swedish Energy Agency, Swedish Export Credit Corporation (SEK) dan Swedfund.(de)

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.