Sri Mulyani targetkan tingkat inklusi keuangan Indonesia naik hingga 90% tahun 2024
LAPORAN KHUSUS BERITA INDONESIA LIVE Selasa, 3 Agustus 2021
Oleh Redaktur : Aan Kasiyanto.
Indonesiapersada.id I Jakarta - Merujuk pada Survei nasional literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan -OJK- pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38, 3 % dan indeks situasi keuangan 79,19 %.
Angka ini meningkat dibanding tahun 2016, yaitu indeks literasi keuangan di 29, 7 % dan indeks inklusi keuangan berada di 67,8%
Artinya, dalam 3 tahun terakhir ada peningkatan pemahaman keuangan masyarakat 8 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan Jasa Keuangan 8,39%. Peningkatan ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah, OJK dan industri jasa keuangan yang terus berusaha secara berkesinambungan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada Virtual Literasi Keuangan Indonesia Terdepan - Like It, Selasa (3/8) mengatakan, tingkat inklusi keuangan Indonesia diharapkan bisa naik hingga 90% pada tahun 2024. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks inklusi keuangan nasional tahun 2019 mencapai 76,19% dengan tingkat literasi keuangan sebesar 38,03%.
“Kalau masyarakat Indonesia makin literate dari sisi keuangan, maka mereka akan makin memiliki pemahaman yang bisa menentukan dan juga menjaga kesejahteraan maupun aset yang mereka miliki. Mereka tidak mudah diiming-imingi oleh instrumen-instrumen yang kelihatannya sangat menarik, meyakinkan, namun sebetulnya berbahaya, dan kemudian bahkan kehilangan seluruh uang mereka,” kata Sri Mulyani dalam virtual opening Like It, Selasa (3/8).
Peningkatan literasi keuangan di masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif. Inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi pendapatan yang lebih merata, penurunan kemiskinan, dan stabilitas sektor keuangan.
Upaya meningkatkan tingkat literasi keuangan bukan menjadi tugas satu atau dua pihak saja. Hal ini merupakan tugas semua otoritas, dan perlu melibatkan semua stakeholders, termasuk generasi muda dan masyarakat.
“Kita semuanya berupaya bersama-sama meningkatkan literasi keuangan, baik melalui platform digital melalui konferensi video seperti ini, maupun berbagai program-program lainnya,” ujar Sri Mulyani.
Pemerintah terus berupaya mengembangkan instrumen inovatif lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi di pasar keuangan. Partisipasi masyarakat dalam berinvestasi dapat mendorong kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia dan menjadi penunjang stabilitas sektor keuangan yang lebih kuat.
“ Forum ini saya harap akan menjadi ajang tidak hanya untuk berdiskusi tapi kemudian kita cari cara-cara, untuk meningkatkan kedalaman pasar keuangan kita atau juga literasinya, karena orang tidak akan bisa terjun masuk dalam sektor keuangan tanpa memiliki basic literasi dan pemahaman. Kita juga melihat dengan dominasi sektor keuangan hanya di sektor perbankan, ini berarti kita sangat tergantung Vulnerable terhadap kesehatan dan kinerja sektor perbankan,” Ujarnya
Sektor keuangan disebuah negara memiliki peran penting sebagai perantara antara pihak yang memiliki surplus dalam bentuk simpanan dengan pihak yang membutuhkan dana untuk berbagai kegiatan, dari investasi hingga konsumsi.
Meskipun demikian, kata Sri Mulyani, sektor keuangan yang didominasi oleh sektor perbankan, namun tidak menyalurkan kredit, karena sedang dalam proses restrukturisasi kepada nasabahnya dan ini berarti kredit stimulus negatif akan sangat sulit memulihkan ekonomi, sebelum sektor keuangan memulihkan kredit stimulusnya.
Dengan adanya pandemi Covid 19, lanjut Sri Mulyani, semua sektor perbankan melakukan konsolidasi dan restrukturisasi kredit, sehingga kredit grossnya menjadi negatif dan sektor keuangan 76% nya belum berkontribusi untuk pemulihan ekonomi.
Menkeu juga berharap dengan bangkitnya capital market, akan menjadi trend meningkat, Namun karena model kapitalisasinya maupun dibanding dengan peranan sektor perbankan, maka kontribusi dari sektor capital market yang meningkat belum dapat mendorong secara signifikan.
_rev1.jpg)



Facebook Comments