SEWINDU, ANGKA BUTA AKSARA TURUN DRASTIS
Ket. Foto:
Dirjen PAUD PDM Kemendikbud, Jumeri, dan Dirjen MPK kemendikbud, Samto, dalam BincangPendidikan dan Kebudayaan Peringatan HAI dengan wartawan secara virtual di Jakarta, Jum'at (04/09/2020). (foto: Humas Kemendikbud)
indonesiapersada.id - Jakarta: Upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menurunkan angka buta aksara nasional membuahkan hasil dalam delapan tahun terakhir. Tahun 2011 persentase buta aksara tercatat 4,63% dan turun tinggal 1,78% berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS tahun 2019. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar Menengah (Dirjen PAUD PDM) Kemendikbud, Jumeri, dalam Bincang Pendidikan dan Kebudayaan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) bersama wartawan secara virtual di Jakarta, Jum'at (04/09/2020).
"Artinya, angka buta aksara di Indonesia terus mengalami penurunan setiap tahunnya seiring dengan terlaksananya berbagai strategi yang inovatif dan menjawab kebutuhan belajar masyarakat," kata Jumeri.
Hari Aksara Internasional diperingati setiap 8 September. UNESCO mengusung tema "Literacy Teaching and Learning in The Covid 19 Crisis and Beyond with a Particular Focus on The Role of Educators and Chaning Pedagogies" pada peringatan ke 55 tahun HAI 2020. Mengacu tema internasional tersebut, Indonesia menetapkan tema "Pembelajaran Literasi di Masa Pandemi Covid 19, Momentum Perubahan Paradigma Pendidikan."
Menurut Jumeri, strategi penuntasan buta aksara dalam beberapa tahun terakhir fokus pada daerah 3T Indonesia, tertinggal - terdepan - terluar, karena sulit dijangkau apalagi di masa pandemi. Diharapkan, masa krisis akibat Covid 19 ini menjadi momentum seluruh pihak menunjukkan keberpihakan pada peningkatan literasi.
"Daerah 3T adalah bagian NKRI yang harus diperjuangkan. Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah sangat diperlukan untuk menyukseskan pemberantasan buta aksara di Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (Dirjen MPK) Kemendikbud, Samto, pada kesempatan perbincangan yang sama mengingatkan bahwa penuntasan buta aksara adalah amanah pendidikan yang harus diperjuangkan. Terlebih lagi pada masa krisis akibat pandemi Covid 19 saat ini.
"Marilah kita sejenk memikirkan Saudara - Saudara kita yang tertinggal. Kita berikan mereka kesempatan untuk mengakses informasi. Berikan mereka peluang untuk berkembang," ungkap Samto.
Tema Peringatan HAI tahun ini, menurut Samto, memberikan pelajaran untuk lebih peduli dan banyak berbenah memperbaiki strategi pembelajaran, termasuk literasi. Saat ini sistem pengembangan pendidikan diarahkan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya literasi sejak dini, agar kesetaraan pendidikan semakin terjangkau.
Pada puncak Peringatan HAI nanti diagendakan pemberian penghargaan untuk sembilan pihak yang telah berkontribusi di bidang keaksaraan. Antara lain untuk insan media, yaitu Penghargaan Publikasi Keaksaraan di Media Cetak untuk empat orang. Kemudian Penghargaan Foto Literasi Keaksaraan bagi tiga foto terbaik. Juga masih ada Penghargaan Video Keaksaraan untuk tiga video terbaik. Dan Apresiasi Menulis Praktik Baik Literasi untuk enam praktik terbaik.*(rit'z)
_rev1.jpg)



Facebook Comments