Sebuah Serial Tulisan
Serial tulisan ini berangkat dari kegelisahan: pemerintah lewat Bakom menggandeng homeless media untuk sosialisasi program, sementara pilar resmi ketahanan informasi yang sudah ada—TVRI, RRI, LPPL, dan Bakohumas—justru diabaikan.
Episode 1 membuka dengan induksi sejarah Bakohumas. Sejak 1971, negara punya wadah resmi koordinasi komunikasi publik. Meski Departemen Penerangan dibubarkan oleh Gus Dur pada 1999, Bakohumas tidak ikut bubar, melainkan beradaptasi di bawah Kominfo/Komdigi. Namun kini, pilar resmi itu sering diabaikan. TVRI dan RRI sudah melangkah ke digital (TVRI Klik 2019, Super App 2022; RRI Play 2013, PlayGo 2019, RRI Digital 2023), tapi penetrasi audiens belum masif. LPPL di daerah lebih berat lagi: anggaran dipangkas, pengelolaan politis, komisioner pasif, konten kehilangan tajinya.
Episode 2 menekankan refleksi internal LPPL. Kondisi nyata digambarkan pengurus: reel lapangan tak bertaji, pengelolaan mandul, komisioner pasif, radio analog tersisih. Ditambah problem pembiayaan dan regulasi yang membatasi improvisasi. Namun dari pengakuan jujur ini lahir titik awal perubahan. LPPL perlu berani berbenah: konten lokal, merit system, forum warga, kolaborasi lintas LPPL, dan langkah digital sederhana. Apresiasi diberikan kepada LPPL Tabalong (TV Tabalong & Radio Suara Tabalong) serta Sebayu FM Tegal yang sudah berani mencoba jalur digital. Harapannya, mereka berbagi pengalaman, dan LPPL lain tidak sungkan belajar.
Episode 3 mengkritisi pemerintah. Bakom pimpinan M. Qodari menggandeng homeless media, seolah melupakan pilar resmi. Kritiknya jelas: homeless media boleh jadi mitra, tapi tidak boleh menggantikan LPPL, TVRI, RRI, dan Bakohumas. Ketahanan informasi bukan sekadar luas jangkauan, melainkan legitimasi publik. Namun kritik ini juga seimbang: LPPL dan LPP memang masih punya gap digital, sehingga pemerintah cenderung mencari jalan pintas. Tantangannya: LPPL harus membuktikan diri relevan.
Episode 4 merumuskan peta risiko dan mitigasi. Risiko: hilangnya legitimasi LPPL, anggaran dipangkas, pengelolaan politis, komisioner pasif, kompetisi media sosial, regulasi terbatas. Mitigasi: transparansi anggaran, merit system, forum warga, kolaborasi lintas LPPL, aktivasi multiplatform sederhana, advokasi regulasi baru. Pesannya: risiko boleh banyak, tapi mitigasi juga nyata.
Episode 5 meneguhkan roadmap implementasi. Jangka pendek: forum refleksi, surat konstruktif ke pemerintah, aktivasi multiplatform sederhana. Jangka menengah: reformasi manajerial, pelatihan SDM, kolaborasi lintas LPPL, advokasi regulasi. Jangka panjang: ekosistem inovasi media publik, tata kelola kuat, kepemimpinan teladan. Roadmap ini adalah kompas aksi: dari analog menuju digital, dari mandul menuju inovatif, dari diabaikan menuju diakui.
Benang merah serial ini: LPPL bukan sekadar radio analog. Ia adalah pilar ketahanan informasi warga. Pemerintah perlu memberi ruang dan dukungan, sementara LPPL harus berbenah dan bertransformasi. Nafas sesak bisa berubah menjadi energi baru
_rev1.jpg)


Facebook Comments