AWAS! PENJUAL DAGING DI KOTA BLITAR, SIAP – SIAPLAH DISIDAK SELAMA RAMADHAN

Keterangan Gambar : Aktifitas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar bersama Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner inspeksi mendadak memastikan kualitas daging ASUH dijual ke pelanggan di pasar – pasar tradisional di Kota Blitar.* (foto: mahardhika for IP)


Kontributor: LPPL Radio Mahardhika FM Kota Blitar Jatim

indonesiapersada.id – Blitar Kota: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dinas KP2) Kota Blitar melakukan langkah – langkah pencegahan agar peredaran daging konsumsi di wilayah tersebut memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal). Caranya, dengan rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar – pasar tradisional.

Kabid Peternakan Dinas KP2 Kota Blitar, Dewi Masitoh, dikonfirmasi akhir pekan lalu (17/4/2021) menjelaskan, minimal pihaknya menjadwalkan melakukan sidak dua kali seminggu. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya sekaligus memberikan edukasi kepada para penjual daging agar hanya menjual daging yang ASUH.

“Sidak kita lakukan bersama lima orang personil Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dengan sasaran bukan hanya daging ayam tapi juga daging sapi dan jenis daging hewani yang lain,” terang Dewi.

Masyarakat bisa meneliti sendiri ciri – ciri daging yang ASUH. Antara lain warnanya merah cerah, konsistensi daging liat atau kenyal, bau dan rasanya khas, serta lemaknya tipis. Melalui ketelitian dalam memilih daging konsumsi, masyarakat akan terhindar dari mengonsumsi daging yang tidak ASUH. Mengingat daging yang tidak ASUH jika dikonsumsi akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Sementara itu, untuk stok daging sapi di Kota Blitar selama Ramadhan dipastikan aman, meskipun ada penurunan aktifitas pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Dimoro milik Pemerintah Kota Blitar. Jika pada hari – hari biasa terhitung ada enam hingga tujuh sapi lokal disembelih di RPH Dimoro, memasuki Ramadhan jumlahnya turun hanya tiga hingga empat ekor saja per hari.

Menurut Dewi Masitoh, pasang surut tersebut wajar terjadi setiap awal Ramadhan. Biasanya, kondisi itu akan kembali normal setelah memasuki hari ke sepuluh puasa, aktifitas pemotongan akan kembali seperti hari – hari biasa. Adapun jumlah ketersediaan daging sapi di Kota Blitar rata – rata 46,78 ton per bulan. Angka tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama Ramadhan.

“Ketersediaan daging sapi di Kota Blitar diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, dengan harga standar di pasaran Rp 113.000 hingga Rp 120.000 per kg untuk daging kualitas bagus,” pungkas Dewi.* (mahardhika for IP)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.