_KARHUTLA_MAGETAN.jpg)
Keterangan Gambar : Karhutla melanda kawasan hutan rakyat di Gunung Bancak, Dusun Setren, Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tim gabungan bergegas memadamkan api yang membakar, pada Kamis (1/10). Sumber foto: BPBD Kabupaten Magetan.* (foto: bpbd kabupaten magetan)
KARHUTLA HANGUSKAN PULUHAN HEKTAR HUTAN MAGETAN, KLATEN, DAN SRAGEN
Jakarta – indonesiapersada.id: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melahap kawasan Gunung Bancak Dusun Setren Desa Giripurno Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan Jawa Timur sejak Kamis (1/10/26). Mengutip press release Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (3/10/26) api sudah menghanguskan 11 hektar hutan Gunung Bancak dan sebaran api belum berhasil dipadamkan.
Pemadaman dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, TNI/Polri, PMI, perangkat Desa Giripurno, serta masyarakat. Pada Sabtu (3/10), api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sebelumnya, Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Kebakaran hutan juga melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Karhutla terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Klaten pada Jumat (2/10). Wilayah yang terdampak meliputi Desa Krakitan di Kecamatan Bayat, Desa Palar di Kecamatan Trucuk, dan Desa Jurang Jero di Kecamatan Karanganom.
Total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 4,6 hektare. Kebakaran tersebut terjadi di kawasan Brumbung dan Gunung Gede. BPBD Kabupaten Klaten segera melakukan asesmen dan pemadaman di lokasi. Pada Sabtu (3/10), api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Selain di tiga kecamatan tersebut, karhutla juga melanda wilayah lain di Kabupaten Klaten. Karhutla terjadi di kawasan Bukit Cemoro Sewu yang berada di dua kecamatan pada Sabtu (3/10) pukul 10.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka, masing-masing dengan kondisi luka ringan dan sedang. Korban segera mendapat penanganan. BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama, meski masih terdapat asap di lokasi.
Selain Kabupaten Klaten, karhutla juga melanda Kabupaten Sragen. Pada Kamis (1/10) pukul 16.45 WIB, kebakaran terjadi di wilayah Perhutani BKPH Tangen Surakarta. Peristiwa tersebut terjadi setelah seorang warga membakar daun tebu kering di lahannya. Warga tersebut mengira api telah padam kemudian meninggalkan lahannya. Namun, api justru membesar dan meluas ke area Perhutani. Luas hutan yang terbakar mencapai 20 hektare.
BPBD Kabupaten Sragen segera menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan upaya pemadaman. Upaya tersebut sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi yang curam dan licin. Berdasarkan pemutakhiran pada Sabtu (3/10), tim gabungan telah berhasil memadamkan api.
Berton SP Panjaitan, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan kekeringan di sejumlah wilayah. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, segera melaporkan kepada petugas berwenang apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani dan mencegah api meluas, serta menggunakan air secara efisien. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, BPBD, BMKG, serta pemerintah daerah setempat.* (rit’z)
_rev1.jpg)


Facebook Comments