KEMENDIKBUD TURUNKAN TIM BANTU KORBAN GEMPA SULAWESI BARAT

Keterangan Gambar : Kemendikbud peduli insan pendidikan terdampak gempa di Sulawesi Barat dengan mendirikan dua posko di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.* (foto: humas kemendikbud)


indonesiapersada.id – Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menurunkan tim, untuk membantu satuan pendidikan, pendidik, tenaga pendidikan, dan peserta didik yang terkena dampak gempa di Sulawesi Barat. Tim yang diturunkan, membuka dua posko di Mamuju dan Majene. Tim dari Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUDDIKMAS) bertugas di Posko Kabupaten Mamuju dan tim dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Kabupaten Majene.

Data yang dihimpun Kemendikbud, tercatat 27 bangunan sekolah mengalami rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Keseluruhan bangunan sekolah tersebut tersebar 10 sekolah di Kabupaten Majene, 14 sekolah di Kabupaten Mamuju, dan 3 sekolah di Kabupaten Mamasa.

“Kemendikbud hingga saat ini masih terus melakukan pendataan sekolah – sekolah yang terdampak gempa,” terang Plt. Kabiro Kerjasama dan Humas Kemendikbud, Hendarman , dalam keterangan tertulis Sabtu (16/1/2021) di Jakarta.

Di Kabupaten Mamuju, lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan yakni SDN Inp. Tajimane, SDN 2 Tapalang, SDN Serang, dan SDN Taan Galung, SMPN 3 Mamuju. Sedangkan tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori sedang, yakni SDN Inp. Kasambang, SMPN 2 Tapalang, dan SMAN 2 Tapalang. Sekolah dalam kondisi rusak berat yakni SMKN 1 Rangas, SMPN 2 Mamuju, TK Pembina Terpadu, TK Alquba Kasiwa, TK Aisyah Axuri, dan TK Anggrek Pampioang.

Sementara itu, di Kabupaten Majene terdapat lima sekolah dengan kondisi kerusakan kategori berat antara lain TK Pertiwi Malunda, SDN 18 Inp. Banua, SDN 004 Mekatta, SMKS Bunga Bangsa, dan SMKN 6 Majene. Dua sekolah dengan kerusakan kategori sedang adalah SDN 009 Sasende dan SDN 12 Inpres Pettabeang. Tiga sekolah dengan kerusakan kategori ringan antara lain SDN 16 Tanisi, SMP 1 Malunda, dan SMAN 1 Malunda. Sedangkan Kabupaten Mamasa terdapat tiga sekolah dengan kondisi kerusakan kategori ringan, yakni SDN 008 Pangandaran, SDN 10 Baruru, dan SMPN 4 Aralle.

Kerusakan kategori berat akibat gempa antara lain bangunan sekolah dan dinding sebagian besar roboh. Sementara itu, untuk kategori sedang antara lain plafon sekolah jebol, atap roboh, ada beberapa dinding roboh dan retak sebagian. Untuk kategori ringan, plafon sekolah jebol, dinding retak, dan pagar roboh.   

Hendarman mengatakan, Kemendikbud melalui LPMP dan BP PAUDDIKMAS Provinsi Sulawesi Barat telah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan darurat kebutuhan pokok bagi para korban diantaranya makanan, pakaian, tenda darurat, dan peralatan belajar.

“Tim dari LPMP dan BP PAUDDIKMAS Sulawesi Barat langsung terjun ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan pokok yang darurat bagi para korban,” pungkas Hendarman.* (rit’z)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.