DIRJEN TANAMAN PANGAN KEMENTAN KUNJUNGI DESA SAMBIREJO

Keterangan Gambar : Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi saat mengunjungi Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Selasa (9/7/2024). Foto : Kominfo Kab. Pasuruan


Kontributor : Radio Suara Pasuruan

indonesiapersada.id - Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur : Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu daerah pencanangan Gerakan Massal Membangun Rumah Burung Hantu (Rubuha) di Indonesia.

Dipilihlah Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso sebagai satu dari sekian banyak desa di Kabupaten Pasuruan yang dikunjungi oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi, Selasa (9/7/2024).

Pemilihan Desa Sambirejo tersebut bukan tanpa alasan. Sebab para petani padi di sana terbukti berhasil dalam menekan laju serangan hama tikus saat mendekati masa panen padi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri menjelaskan, pemanfaatan Rubuha di Desa Sambirejo sudah dilakukan sejak tahun 2022. Totalnya ada 15 unit Rubuha yang sudah dibangun.

Sebelum Desa Sambirejo, ada para petani di Desa Jarangan yang justru lebih dulu menerapkan sistem rubuha di tahun 2017. Bahkan, jumlahnya kini mencapai 23 unit yang tersebar di beberapa areal persawahan di desa itu.

"Yang sekarang dikunjungi Pak Dirjen adalah Desa Sambirejo. Tapi para petani di Desa Jarangan juga kami undang untuk memberikan testimoni tentang keberhasilan mereka dalam memakai Rubuha," katanya.

Hasilnya bagaimana? Pemasangan Rubuha ini sangat efektif dapat mengantisipasi serangan hama tikus sampai 70 persen di areal persawahan yang kerapkali diserang tikus. Sebab keberadaan burung hantu sebagai musuh alami sangat efektif untuk membunuh hewan pengerat itu.

"Tingkat keberhasilannya sangat tinggi sampai bisa menjaga panen padi berhasil sampai 70 persen di sawah-sawah yang kerapkali diserang tikus," jelasnya.

Ditanya seputar panen padi di Kabupaten Pasuruan, Lilik menegaskan bahwa luasannya mencapai 141.654 hektar dan tersebar di 21 kecamatan. Sedangkan produksi padi sebesar 859.174 ton dan produktivitas padi sebesar 60,65 kwintal/hektar.

Dari 21 kecamatan, setidaknya ada 6 wilayah yang dilaporkan terjadi serangan hama tikus, diantaranya Pandaan, Gondangwetan, Rejoso, Purwodadi, Grati, dan Kecamatan Kraton.

Menurut Lilik, serangan hama tikus di enam kecamatan tersebut beberapa kali dilaporkan meski luasan lahan yang terserang tidak banyak.

"Hanya 0,2 sampai 0,5 hektar. Paling banyak di Rejoso karena wilayah ini termasuk paling banyak terserang," ucapnya.

Sementara itu, Suwandi menegaskan bahwa Gerakan Massal Membangun Rubuha harus digalakkan. Sebab metode ini dikenal paling murah dan ramah lingkungan serta sangat efektif dalam mengantisipasi ancaman hama tikus yang sering terjadi saat peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

"Bikinnya gampang dan biayanya tidak mahal. Cukup dengan kayu yang disusun jadi tempat burung hantu bertengger, dan untuk tiangnya bisa dari bambu. Syukur-syukur pakai besi supaya kuat. Bisa langsung ditancapkan ke areal persawahan dengan estimasi satu rubuha untuk maksimal lima hektar, tapi kalau lebih banyak ya lebih bagus," tegasnya.

Agar prosesnya berjalan dengan baik, Suwandi menghimbau kepada Pemkot/Pemkab agar membuat surat edaran pelarangan aktifitas menembak burung hantu maupun satwa lain yang sangat berperan dalam menjaga ekosistem maupun rantai makanan di areal persawahan.

"Kami minta semua daerah untuk membuat surat edaran yang isinya melarang aktifitas menembak burung hantu demi menjaga ekosistem di sawah. Jangan lagi ada kawat listrik jebakan di sawah yang berbahaya bagi burung hantu dan manusia juga," himbaunya.

Di akhir kunjungannya, Suwandi memasang rubuha secara simbolis di areal persawahan padi yang hanya berjarak 1 kilometer dari Balai Desa Sambirejo. *(emil)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

Slot Gacor